Kamis, 22 Februari 2024|Jakarta, Indonesia

Bank Syariah Indonesia Dinilai Berpotensi Bawa Snowball Effect Positif Industri Keuangan Syariah

Hariyanto

Minggu, 10 Januari 2021 - 14:25 WIB

Ilustrasi Syariah (Foto:Suaranews)
Ilustrasi Syariah (Foto:Suaranews)
A A A

Thepresidentpost.id - Jakarta - Direktur Utama Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) Yusuf Wibisono mengungkapkan, salah satu hal yang bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi syariah melejit adalah rencana merger tiga bank syariah anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri yang direncanakan rampung pada 1 Februari 2021.

"Ada beberapa tren positif ekonomi syariah terkini, terutama konsolidasi perbankan syariah dengan merger 3 BUS BUMN, dan perkembangan pasar modal syariah yang semakin pesat, terutama penerbitan sukuk negara," ujar Yusuf dalam keteranganya yang dikutip Thepresidentpost.id, Minggu (10/1/2021).

Yusuf menilai, kehadiran bank hasil merger yang bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk., membuat Indonesia memiliki bank syariah bermodal dan beraset besar, yang dapat membawa snowball effect pada perkembangan industri keuangan syariah.

Dampak positif kehadiran Bank Syariah Indonesia terhadap perkembangan industri keuangan syariah akan tergantung dari keseriusan pemerintah memperbesar dan mengembangkan kapasitas bank ini ke depannya.

Karena itu, Yusuf berharap agar pemerintah serius terus mendukung keberadaan Bank Syariah Indonesia sehingga nantinya dapat masuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV, atau kelompok bank - bank bermodal inti terbesar.

“Misal, tanpa tambahan injeksi modal, modal BSI ada di kisaran Rp20 triliun. Itu artinya belum bisa menjadi Bank BUKU IV. Tentu dampak BSI akan lebih optimal jika modal - nya ditambah agar bisa naik kelas jadi Bank BUKU IV,” ujarnya.

Yusuf juga menambahkan, tahun ini masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi syariah.  Sebagai contoh, kehadiran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang awalnya banyak membantu akselerasi industri perbankan dan keuangan syariah kini justru mengambil ceruk investor ritel.

Masuknya investor ritel untuk membeli SBSN secara tidak langsung memberi tekanan ke perbankan syariah. "Sukuk negara kini lebih banyak head to head dengan perbankan syariah dalam penghimpunan DPK, terutama melalui sukuk dana haji dan sukuk ritel, ini tentu tidak diharapkan,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan kehadiran Bank Syariah Indonesia bisa turut membantu program pemerintah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah. Saat ini, indeks literasi syariah nasional masih berada di angka 8,93 persen, jauh di bawah tingkat literasi masyarakat atas keuangan konvensional yakni 37,72 persen.

“Karena itu kita harapkan ke depan (Bank Syariah Indonesia) bisa akses ke segmen mikro dan UKM di daerah dengan cepat dibantu teknologi. Poin kedua, masyarakat kita adalah masyarakat illiterate. Literasi (syariah) hanya 8,93 persen, sangat rendah dibanding konvensional 37,72 persen. Ini tantangan kita. Kalau tidak, maka mereka tidak paham aksesnya, penggunaan teknologinya, mengenali risiko tidak bisa. Kami sambut baik literasi ini sangat penting terutama di daerah,” ujar Wimboh akhir Desember 2020 lalu.

Komentar

Berita Lainnya

National 21/02/2024 08:42 WIB

Gov’t to Continue Disbursing Rice Assistance

President Joko “Jokowi” Widodo has ensured that the Government will continue rolling out the rice assistance program for low-income families. The President made the statement when handing over rice…

Sport 21/02/2024 08:20 WIB

Receives Chairman of Jababeka (KIJA), Menpora Dito Ready to Support the Development of Sports SEZs

Chairman of PT Jababeka Tbk (KIJA), Setyono Djuandi Darmono met the Minister of Youth and Sports of the Republic of Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo at the Kemenpora RI Office, Senayan, Jakarta,…

Business 21/02/2024 08:16 WIB

Jababeka (KIJA) Targets Marketing Sales of IDR 2.5 Trillion in 2024

PT Jababeka Tbk (KIJA) is targeting pre-sales revenue or marketing sales of IDR 2.5 trillion in 2024. According to the information disclosure of the Indonesia Stock Exchange on Tuesday (13/2), IDR 1,150…

World 19/02/2024 17:38 WIB

The Indonesian Embassy in Cairo Receives Aid for Palestine

Cairo, Egypt - The Indonesian Embassy in Cairo welcomes the Radjiman Wedyodiningrat Warship (RJW-992) which arrived at the Al Arish Port, North Sinai Province of Egypt at 8.00 A.M. Cairo local time (13/02).…

Business 19/02/2024 17:30 WIB

Celebrating 65 Years of Indonesia - Cambodia Relations: Indonesian Embassy in Phnom Penh Organizes Roundtable Dialogue

Phnom Penh, Cambodia - The Indonesian Embassy in Phnom Penh organised a Roundtable Dialogue celebrating Indonesia-Cambodia Relations for 65 Years at the embassy (13/2). The event was attended by 20 participants,…